Program Studi Teknik Geofisika

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Kuliah Lapangan Geofisika 2017


December 5th, 2017 | Posted by: geoph


Pengamatan lapangan merupakan hal utama untuk memperoleh pengetahuan geologi mengenai keadaan sesungguhnya kejadian di bumi ini. Seorang ahli geofisika melakukan pengamatan lapangan dengan bantuan peralatan untuk mengetahui hal-hal yang terdapat di bawah permukaan atau batuan yang tak tersingkap di permukaan yang mungkin tidak nampak dengan pengamatan mata. Berbagai metode eksplorasi geofisika telah dikembangkan untuk mengidentifikasi keadaan struktur bawah permukaan. Metode-metode geofisika tersebut antara lain metode gravity, magnetik, geolistrik, seismik refraksi, dan lain-lain.

Kegiatan kuliah lapangan dilaksanakan di kampus ITERA pada tanggal 11, 12, dan 26 November 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa teknik geofisika yang terdiri dari mahasiswa yang mengambil mata kuliah desain analisis geofisika dan beberapa mahasiswa angkatan 2015.

Pada hari pertama tanggal 11 November 2017, mahasiswa melakukan pengukuran mapping geolistrik tahanan jenis (resistivity) di sekitar lahan Masjid At-Tanwir. Pengukuran dilakukan sebanyak dua line yang saling crossing, untuk memetakkan persebaran air tanah dan ketahanan tanah yang ada pada lokasi penelitian. Selain itu pada pengukuran ini juga dilakukan pengukuran Induksi Polarisasi di lintasan pengukuran kedua. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ARES Resistivitymeter dengan bentangan masing-masing 270 m dan konfigurasi wenner-schlumberger.

Penjelasan alat ARES Resistivitymeter oleh Bapak Samsulrizal, M.Si.

Proses penyusunan elektroda pada lintasan pengukuran geolistrik.

IMG_20171111_155920

Proses perekaman data geolistrik tahanan jenis danĀ Induksi Polarisasi.

IMG_20171111_145940

Lokasi pengukuran line geolistrik dan Induksi Polarisasi.

Hari kedua, tanggal 12 November 2017, pengukuran dilanjutkan dengan metode seismic refraksi sebanyak dua line. Line pertama dilakukan disekitar embung E dan line pengukuran kedua di sepanjang jalan utama menuju lahan BMKG. Tindak lanjut dari pengukuran seismic refraksi tersebut adalah untuk melihat korelasi batas lapisan tanah dan dikorelasikan dengan singkapan seiring dengan proses pembangunan embung E. Pengukuran line seismic pada kuliah lapangan ini berhasil dilakukan dengan panjang lintasan 150-meter dan dengan spasi geophone 5 meter.

IMG_20171112_092953

Penjelasan perangkaian alat seismik sebelum akuisisi oleh asisten.

IMG_20171112_100645

Proses perangkaian geophone

IMG_20171112_144449

Proses akuisisi data dengan penggunaan source berupa weightdrop

IMG-20171112-WA0010

Perekaman & QC data seismik refaksi

Hari terakhir kuliah lapangan dilakukan pada tanggal 26 November 2017 untuk melihat ketebalan lapisan tuff dan akan dikorelasikan dengan hasil pengukuran seismic refraksi di sepanjang embung E. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Total Station dengan mengukur dalamnya batas lapisan tanah langsung di tepi embung yang tersingkap, lalu dibandingkan dengan topografi permukaan, dan dibandingkan kembali dengan topografi lokasi pengukuran seismic refraksi. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk memvalidasi dan mengkorelasi hasil pengukuran seismic refraksi dan dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya. (virgian)

Proses pengukuran topografi di tepian embung E.

IMG_20171125_154712

Pengukuran topografi di sekitar lokasi line seismik refraksi.

IMG_20171125_121806

Lokasi pengukuran ketebalan lapisan tanah di tepian embung E.


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)