geomekanika

This is an old revision of the document!


📘 Geomekanika

Kode Mata Kuliah: TG25-22004

Semester: 4

SKS: 2

Dosen Pengampu: Yudha Styawan, M.Sc.

Mata kuliah ini mempelajari konsep mekanika pada batuan, yang meliputi analisis stress, principal stress, analisis strain, hukum Konstitutif, deformasi dan failure pada batuan, laboratory test, in situ test, world stress, stabilitas kemiringan batuan.

CPL 5

Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, sains alam, teknologi informasi, dan rekayasa guna memahami prinsip-prinsip rekayasa secara menyeluruh, serta merancang dan melakukan eksperimen laboratorium atau lapangan dan menganalisis data untuk memperkuat penilaian rekayasa.

CPMK 5.2

Mahasiswa mampu menganalisis fenomena alam maupun rekayasa fisis dengan menerapkan prinsip-prinsip rekayasa sains dan/atau teknologi digital [C4]

Pustaka

  1. Deb, D. & Verma, A. K. (2016). Fundamentals and Applications of Rock Mechanics. Delhi: PHI Learning Private Limited.
  2. Allen III, J. H. (2011). Mechanics of Material For Dummies. Indianapolis: Willey Publishing, Inc.
  3. Hudson, J. A. & Harrison, J. P. (1997). Engineering Rock Mechanics an Introduction to the Principles. Oxford: Elsevier Science Ltd.
  4. Jaeger, J. C., Cook, N. G. W., & Zimmerman, R. W. (2007). Fundamentals of Rock Mechanics Fourth Edition. Malden: Blackwell Publishing.
  5. Sivakugan, N., Shukla, S. K., & Das, B. M. (2013). Rock Mechanics An Introduction. Boca Raton: CRC Press Taylor & Francis Group.

Demi kelancaran akses file materi, pengguna dianjurkan membuka melalui Google Chrome menggunakan akun email ITERA.

Minggu 1: Pendahuluan 9 Feb 2026
📹 Rekaman Kelas Minggu Ini (tidak ada):

🗄️ Arsip Versi Lama / Tambahan

Geomekanika (mekanika batuan) mempelajari perilaku batuan dengan tujuan utama memprediksi respons batuan terhadap tegangan (stress) dan regangan (strain). Pemahaman ini penting untuk mencegah kegagalan teknik dalam berbagai proyek rekayasa seperti terowongan, tambang, dan fondasi bangunan.

Batuan merupakan material alami yang tersusun dari agregat mineral dengan komposisi kimia dan struktur molekul tertentu. Mineral sebagai penyusun utama sangat menentukan kekuatan batuan. Mineral yang kuat menghasilkan batuan yang tahan terhadap kerusakan, sedangkan mineral yang lebih lunak menghasilkan batuan yang cenderung lebih lemah.

Di kerak bumi terdapat lebih dari 2500 jenis mineral, dengan mineral umum seperti feldspar, kuarsa, mineral ferromagnesian, oksida besi, kalsit, dolomit, mika, dan gipsum. Mineral dapat berupa unsur tunggal seperti emas dan tembaga atau berupa senyawa dari beberapa unsur.

Secara geologi, batuan dapat muncul dalam bentuk partikel kecil seperti pasir dan lempung hingga struktur besar seperti pegunungan dan lempeng tektonik. Berdasarkan proses pembentukannya, batuan dibagi menjadi batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Dibandingkan tanah, batuan bersifat lebih kompak, keras, dan terkonsolidasi. Dalam praktik geomekanika, perilaku batuan sangat dipengaruhi oleh adanya diskontinuitas seperti rekahan, kekar, sesar, lipatan, dan bidang perlapisan. Struktur-struktur ini menjadi zona lemah yang berperan besar terhadap kestabilan massa batuan.

📚 Referensi & Bacaan

  • -

  • geomekanika.1770648970.txt.gz
  • Last modified: 2026/02/09 14:56
  • by geofitera